Kopi luak basah (masih dalam bentuk kotoran basah) yang kami tawarkan diperoleh dari perkebunan kopi di Sumatera Utara dan Aceh.
Biji Kopi Luak dalam kondisi basah
dan belum dibersihkan
Kondisi kopi luak yang ditemukan tidak selalu dalam keadaan menggumpal, karena sering ditemukan sudah dalam keadaan terpisah-pisah sejak awal, terlebih lagi kopi luak yang diangkut dari hutan ke tempat pengolahan dapat dipastikan mengalami guncangan selama dalam perjalanan.
Kopi luak basah tidak berbau seperti kotoran pada umumnya. Bau kopi luak basah aromanya seperti makanan yang difermentasi dan sedikit pesing.
Pada tumpukan kopi luak, jika diamati sering ditemukan butiran biji cempoka/rimbang, biji pisang, biji pepaya, biji jambu biji dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Kondisi kopi luak basah tidak jarang bercampur dengan sedikit tanah. Kondisi terbaik kopi luak basah ketika ditemukan tidak lebih dari 4 hari berada di alam terbuka. Jika lebih dari 4 hari maka kualitasnya akan menurun dan setelah seminggu biji kopi akan mulai berkecambah. Kami hanya mengolah kopi luak yang ditemukan paling lama telah 3 hari berada di alam terbuka.
Kopi luak basah tidak langsung dicuci, namun dikeringkan di bawah sinar matahari atau sekadar diangin-anginkan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Setelah dicuci bersih, kopi luak harus dijemur sampai kadar air biji kopi tinggal 25%-30%.
Biji Kopi Luak setelah dicuci dan dijemur
Kopi luak dengan kadar air 25% kemudian dibuang kulit arinya untuk mendapatkan biji kopi utuh. Setelah itu kopi dijemur lagi hingga kadar air tinggal 13%. Ini adalah jumlah kadar air yg ideal sebelum kopi digongseng & diproduksi dalam bentuk kemasan.
Biji Kopi Luak tanpa kulit ari
Kami menjamin setiap kemasan yang Anda terima adalah "fresh from the oven" sebelum dikirim ke alamat Anda. Artinya, kami akan segera memanggang kopi pada saat Anda memesan, agar aroma & kualitas kopi tetap prima ketika sampai ke tangan Anda.
Setelah proses pemanggangan dan didinginkan, maka biji kopi akan segera dikemas.